PART 1

 " MISTERI SEKOLAH LIZHEM "


SMK 5 Azhem seringkali di sebut SMK Lizhem oleh banyak orang, sebuah sekolah tua dalam negeri, konon katanya banyak sekali misteri dalam sekolah tersebut, banyak dari media yang mengangkat berita kematian misterius di SMK Lizhem, tak hanya berita kematian, berita kerasukan masalpun seringkali di angkat oleh media. Aku yang tertarik dengan hal-hal mistis ingin mendaftarkan diri di sekolah tersebut, menurutku ini akan menjadi petualangan menarik sepanjang hidup.


Senin, 8 juni 2015

Hari pertama aku mendaftar di SMK Lizhem, di temani ayah dan ibu, aku mengurus segala berkas dan mengikuti test persyaratan masuk, nomor urut 13 bagian namaku di panggil “Amira Putri”  aku di beri botol kecil untuk test urin, aku memasuki ruang yang bertulis toilet putri, namun seluruh pintu tertutup yang berarti toilet terisi oleh siswa lain, hanya pintu paling ujung yang terbuka, seorang berseragam putih abu menyelangku tanpa kata ia langsung masuk ke toilet tersebut, cukup menyebalkan tapi tidak mengapa aku akan menunggu orang tersebut untuk keluar.

“Dek” Tepuk seseorang di pundaku yang membuat aku terkejut

“Iya kak?”

“Sedang apa?

“Mau ketoilet”

“Toilet yang ujung rusak” ucap kaka tersebut dan pergi meninggalkan aku


Aku yang penasaran membuka pintu tersebut, terlihat seperti gudang berisi kursi kursi patah bekas siswa, ternyata benar bahwa ini toilet rusak yang telah di alih fungsikan menjadi gudang, lalu siapa perempuan tadi yang masuk kedalam sini?

Tak ingin mencari tau lebih jauh, aku memutuskan untuk masuk pada toilet lain yang mulai kosong, setelah botol tersebut terisi oleh urinku, aku merapihkan kembali pakaianku untuk segera meninggalkan toilet, namun yang terjadi pintu toilet terkunci dengan sendirinya, sekuat tenaga aku membuka pintunya tapi tidak juga bisa. sial sekali aku meninggalkan handphone di dalam tas sehingga tidak bisa menelpon ayah atau ibu, kakiku seperti ada yang menarik, aku lihat kebawah, seorang anak kecil sedang memegangi kakiku, sontak aku teriak

 “Tolonggggggggggggg”

“Tolonggg”

aku menangis sejadi-jadinya. Oh Tuhan ini baru proses pendaftaran, tangisku semakin pecah namun tidak ada yang menolongku, sementara anak kecil tersebut masih memegangi kakiku, ia mentertawakanku, mungkin baginya ini lelucon, tapi bagiku ini awal dari segala petaka.

Setengah jam aku berada dalam toilet memutuskan untuk mengajak anak kecil itu bicara, ternyata dia ingin menjadi temanku.

“Bukakan pintu terlebih dulu, nanti aku akan menjadi teman kamu” Ucapku

 

Sesaat pintunya terbuka, aku langsung bergegas lari dari toilet, dan memberikan urinku pada petugas pemeriksa. Selesai test aku menemui ayah dan ibu yang menungguku di dalam kantin, ternyata mistisnya sekolah ini bukan rumor melainkan fakta, aku melihat gundoruwo bertubuh besar dan hitam sedang berada di pojok kantin, dengan matanya yang merah menyala.

 

“Kaka yakin mau sekolah disini?” Ucap ayah

“Kita cari sekolah lain aja yu, tempatnya seram gini, masa sekolah kanan kirinya sawah” saut ibu

“Kalo kaka gagal test di sini, nanti kita cari sekolah lain aja”

 

Aku mengajak ayah dan ibu untuk kami bergegas pulang, karena jarak kami dengan sekolah cukup jauh, jika nanti aku diterima di sekolah tersebut, kemungkinan besarnya aku akan kost di tempat yang tak jauh dari sekolah tersebut

 

 

-Bersambung-


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saya Ingin

DRAMA WARISAN TAHUNAN (DRAWATA) - GUNA MENINGKATKAN KREATIVITAS SENI